Description
Judul : Konservasi Satwa Liar
Penulis : Hari Palguna
Ukuran : 17.6 x 25 cm
ISBN:
Konservasi Satwa Liar
Kerusakan hutan menyebabkan menurunnya daya dukung (carrying capacity) habitat untuk memenuhi kebutuhan hidup satwa liar seperti makan, breeding, membesarkan anak, tempat bertelur, bersarang, dan lain sebagainya. Kebutuhan hidup satwa tidak bisa terpenuhi dari habitat yang ada, oleh karena itu satwa akan mencari di luar habitat, ke areal perkebunan, lahan pertanian, maupun pemukiman warga terdekat. Satwa yang masuk di areal warga masyarakat di sekitar dianggap mengganggu karena merusak tanaman warga masyarakat, sehingga menimbulkan konflik antara masyarakat dan satwa liar. Konflik ini berdampak banyaknya satwa liar yang terbunuh, diburu dan diserang oleh warga masyarakat sekitar karena dianggap sebagai hama yang mengganggu dan merusak tanaman masyarakat sekitar. Selain menurunnya populasi satwa liar, juga dikhawatirkan akan terjadi kepunahan.
Sementara tidak dapat dipungkiri bahwa satwa liar merupakan salah satu komponen ekosistem yang mempunyai peranan yang sangat signifikan dalam menjaga keseimbangan ekosistem di alam. Dalam piramida ekosistem, satwa liar merupakan komponen pertama sebagai konsumen, sedangkan yang satwa liar yang lain sebagai konsumen kedua, ketiga dan seterusnya. Dengan demikian satwa liar yang satu akan bergantung pada satwa liar yang lainnya dalam food web. Satwa liar konsumen tingkat satu merupakan herbivore yang mengkontrol perkembangan produsen/tumbuhan, sedangkan satwa liar pemakan daging/pemangsa merupakan satwa karnivora yang merupakan pengendali terhadap perkembangan hewan mangsa. Demikian juga sebaliknya produsen menentukan satwa liar herbivora dan hewan mangsa dapat mengontrol perkembangan pemangsa/predat





Reviews
There are no reviews yet.